Kisah Rapala Ikutan Camp Akbar Bekasi Raya 2017 [Bagian 1]

Ali - Muhaidin - Wahyu

Camp Akbar Bekasi Raya 2017


Acara Camp Akbar Bekasi adalah ajang silaturahmi para penggiat alam bebas seperti para pendaki gunung, backpacker, pencinta alam dan sebagainya. Acara ini diadakan di Bumi Perkemahan Karang Kitri, Bojong Mangu Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Awal mulanya setelah penggunaan di-share di grup Rungi, cukup banyak yang tertarik untuk ikut, namun tak lama kemudian undangan juga datang dari teman-teman komunitas sehingga beberapa teman-teman Rungi membatalkan diri untuk ikut dan mengikuti kegiatan Upacara Sumpah Pemuda ala Silat di Rawa Lumbu, beberapa mengurus pekerjaannya hingga di hari H tersisa 3 orang, Saya (Muhaidin), Ali dan Wahyu.

Menuju Camp Akbar Pegiat Alam Bebas Bekasi Raya.


Sabtu siang jam 13:30 wib saya, Ali dan Wahyu berangkat menuju bumi perkemahan karang kitri yang terletak di Bojong Mangu, Karang Kitri Kabupaten Bekasi, setelah sebelumnya mengemas perlengkapan.

Kami berangkat menggunakan 2 buah sepeda motor, kami bertiga sangat penuh semangat. Perjalanan kami mulai dari kediaman rumah saya yang tidak jauh dari Rumah Pelangi yang kemudian melalui rute ke arah Gabus, Tambelang, Sukatani, Pilar, Cikarang, Karawang hingga akhirnya sampai di Bojong Mangu.

Sebelumnya kami bertiga belum pernah melalui rute ini. Bermodalkan Google Maps kami terus menyelusuri jalan, selama diperjalanan sampai Cikarang aman lancar hanya menemui jalan rusak di daerah Tambelang sampai ke Sukatani, namun begitu memasuki daerah yang agak menanjak dan sudah memasuki daerah Bojong Mangu jalan rusak parah hingga kita harus ekstra berhati-hati dan menurunkan kecepatan.

Kisah Rapala Ikutan Camp Akbar Bekasi Raya 2017

Tak lama kemudian turun rintik hujan menambah kehati-hatian dalam mengendarai sepeda motor . Kami bertiga memutuskan melanjutkan perjalanan karena menurut keterangan pada Google Maps hanya sekitar 30 menit lagi akan sampai ditempat tujuan. Sampai pada jalan yang rusak parah, ditambah longsor di sisi jalan ditambah gerimis jalan semakin licin. Dalam perjalanan kami berpapasan dengan mini bus yang nampaknya dari semalam di tempat itu dan terlihat separuh badannya sudah masuk ke jurang, mungkin karena menghindari jalan rusak hingga terperosok. Sangat disesalkan memang tempat berkemah yang ada di Kabupaten Bekasi ini dalam hal jalan saja tidak diperhatikan oleh pemda padahal di lokasi ini ada tempat wisata alternatif yaitu Situ Abidin yang menurut kami cukup indah dan bisa dijadikan destinasi wisata alam alternatif yang dapat menarik wisatawan jika dikelola dengan baik.

Tiba Di Bumi Perkemahan Bojong Mangu.


Setelah beberapa menit berlalu terdengar suara sorak-sorak dan nampak dari sisi jalan yang kami lalui warna warni tenda di dalam kawasan bumi perkemahan Karang Kitri, menandakan kami telah tiba di tempat tujuan.

Alhamdulillah.... Setelah beberapa jam akhirnya kami sampai di tempat tujuan dan waktu telah menunjukan pukul 15:36 WIB, yang berarti lebih dari 3 jam waktu yang kami butuhkan untuk sampai di lokasi. Karena memang acara dimulai sejak pukul 13:00 WIB oleh panitia, kami pun segera melakukan registrasi ke panita yang tidak jauh dari tempat parkir kendaraan kami.

Kisah Rapala Ikutan Camp Akbar Bekasi Raya 2017Kisah Rapala Ikutan Camp Akbar Bekasi Raya 2017

Setelah perjalanan cukup jauh dan menguras tenaga kami pun diarahkan ke lokasi oleh panita yang kemudian mengarahkan letak tenda yang akan kami dirikan. Sementara gerimis masih menemani, kami pun memutuskan rehat sejenak sambil berteduh di mushola yang tidak jauh dari lokasi tempat tenda yang kami dirikan. Setelah beberapa menit gerimis mulai mereda, lelah agak sedikit hilang kamipun membagi tugas, saya dan Ali mendirikan tenda sementara Wahyu mendokumentasikan kegiatan.

Setelah tenda berdiri kamipun bergegas memasukan barang bawaan ke dalamannya, kemudian beristirahat sejenak. Terdengar dari panggung utama sedang berlangsung sharing materi tentang hipotermia. Sementara gerimis mulai turun kembali di sekitar perkemahan, karena suara speaker panggung cukup keras maka kami cukup jelas menyimaknya dari dalam tenda sambil melepas lelah.

Di dalam tenda kami bertiga mulai berdiskusi kegiatan yang akan kita lakukan sore ini, namun diskusi tertunda setelah terdengar suara gemerucuk perut dari Wahyu yang mungkin kelaparan hingga akhirnya kami sepakat keluar tenda mencari makan.

Rupanya rintik hujan yang berlangsung cukup lama membuat area kemah basah, tanah area yang gembur menjadi sangat lengket membuat alas sepatu dan sandal kami yang berjalan di area perkemahan penuh dengan tanah. Kami memang tidak membawa logistik seperti biasanya hanya membawa kopi sachet, karena kita yakin banyak tukang makananan di area perkemahan ini.

Tidak jauh dari banyaknya deretan penjual makanan terlihat satu gerobak yang bertuliskan nasi goreng, segera kami menuju ke sana dan memesannya. Setelah perut terisi kembali nampak wajah seperti agak cerah dan otak kembali lagi berfungsi. Kami bisa benar-benar merasakan area perkemahan, tampak puluhan tenda berjejer dengan warna warna yang berbeda sepertinya jika dilihat dari nomer peserta yang tertera pada kartu peserta, jumlah yang hadir sudah mencapai 600 peserta lebih dan peserta terus bertambah seiring waktu yang semakin sore.

Selesai makan kami bergegas untuk mengikuti kegiatan, namun karena hujan masih turun dan pesertapun nampak hanya mendengarkan materi dari tenda-tendanya kami pun kembali ke tenda sambil mendengarkan acara materi yang saat itu sedang berlangsung.

Setelah acara materi selesai kami bersantai ria sambil menyapa peserta lain di sekitar tenda kami, gitar dikeluarkan dari sarungnya oleh Wahyu dan lagu mulai dimainkan. Diselimuti mendung kami larut dalam suasana. Hingga mendekati waktu maghrib tiba. Rintik hujan, kebersamaan, gitar dan lagu syahdu tak lengkap rasanya tanpa kehangatan kopi, saya segera mengambil peralatan masak dari ransel yang kemudian memasak air

Tidak terlalu lama air sudah mendidih, kopi sachet yang tersiram air panas melahirkan aroma harum yang khas menyebar ke dalam tenda kami.

Sepertinya lengkap sudah sore itu mengiringi hujan yang mereda dan menyambut gelap saat matahari terbenam dalam alunan lagu yang ditemani kopi hangat. Menjelang maghrib sampai isya tidak ada kegiatan dari panitia. Semakin sore peserta juga semakin bertambah, sepertinya banyak yang dari luar kota juga yang baru sampai. Di sekitar tenda kamipun berdiri tenda tenda peserta yang baru datang. Setelah bersih-bersih, makan, sholat dan sebagainya speaker mulai bersuara kembali dari panggung utama Camp Akbar, nampaknya acara akan dilanjutkan kembali.

Kisah Rapala Ikutan Camp Akbar Bekasi Raya 2017

[Bersambung...]


Bagikan:

0 komentar