Perpustakaan Jalanan Tak Lelah Sosialisasikan Budaya Literasi

Perpustakaan Jalanan Sosialisasikan Budaya Literasi
Pojok baca gratis ala Perpustakaan Jalanan Bekasi
Upacara pengibaran Bendera ala pencak silat dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda yang digelar di Lapangan Kantor Kecamatan Rawa Lumbu pada Hari Minggu 29 Oktober 2017 dengan melibatkan sekitar 45 perguruan silat itu sukses dilaksanakan.

Bapak Dian Herdiana, A.P., M.Si., Camat Rawa Lumbu Kota Bekasi yang berkenan menjadi pembina upacara, pada kesempatan amanat pembina upacara telah menyampaikan apresiasinya secara gamblang.
"Kami sangat mendukung kegiatan ini, kalau bisa dijadikan agenda tahunan di Rawa Lumbu" ungkap beliau saat itu.

Acara yang dihelat oleh Generasi Muda dan Srikandi Silat Budaya Bekasi ini juga merupakan perwujudan dari tema Hari Sumpah Pemuda ke-89 yaitu "Pemuda Indonesia Berani Bersatu", berbagai ormas, elemen masyarakat, perguruan dan padepokan bersatu dalam khidmatnya acara pengibaran bendera yang dilaksanakan dengan pasukan pengibar bendera khas dengan berpakaian dan gerakan-gerakan pencak silat.

Di antara ramainya peserta, terdapat 3 komunitas literasi yang tergabung dalam acara ini, yaitu Perpustakaan Jalanan Bekasi, TBM Rumah Pelangi Bekasi dan TBM Rumah Warna Bekasi. Perpustakaan Jalanan Bekasi bahkan secara khusus membuka pojok baca gratis di luar lapangan upacara yang cukup menjadi perhatian para peserta dan pengunjung. Perpustakaan Jalanan Bekasi yang dimotori oleh Bayu dan Hardy ini juga membagikan buku-buku gratis kepada siapa saja yang berminat untuk membacanya.

"Buku-buku yang kami bagikan gratis itu juga titipan donasi dari kawan-kawan Langit Tjerah, kami hanya mendistribusikannya agar dibaca masyarakat luas" jelas Bayu mengenai buku-buku yang ia sediakan secara gratis untuk dibawa pulang bagi yang berminat.

Perpustakaan Jalanan Sosialisasikan Budaya Literasi
Para pesilat muda antusias membaca
Alhamdulillah, pojok baca Perpustakaan Jalanan ini cukup mendapat perhatian dari para peserta yang masih anak-anak dan remaja walau kadang ada juga orang dewasa yang melihat-lihat koleksi buku yang digelar.

Iwan Bonick selaku salah satu penggagas dan perintis Perpustakaan Jalanan Bekasi sangat mendukung apa yang dilakukan Bayu dan Hardy, ia ingin Perpustakaan Jalanan ataupun akses buku gratis apapun namanya musti selalu hadir di setiap kesempatan.
"Di setiap acara jika perlu ada Perpustakaan Jalanan bahkan dalam acara layar tancap sekalipun" tegas lelaki pencinta barang-barang kuno ini.

Senada dengan Iwan Bonick, Vrandes Setiawan seorang penggiat literasi dari Langit Tjerah juga menekankan pentingnya kegiatan literasi dapat disosialisasikan sejak dini.
"Upacara peringatan sumpah pemuda kemarin itu kan diprakarsai Generasi Muda dan Srikandi Silat Budaya, jadi lebih tepat sasaran karena banyak anak-anak dan remaja yang menjadi pesertanya" ungkap Vrandes.

Perpustakaan Jalanan Sosialisasikan Budaya Literasi
Crew Perpustakaan Jalanan di venue acara
Kini masyarakat Bekasi yang hendak membaca buku gratis di ruang terbuka ataupun dalam keramaian acara dapat berharap ada Perpustakaan Jalanan hadir. Komunitas yang digagas oleh anak-anak muda ini memberikan inspirasi untuk memanfaatkan semua peluang guna mensosialisasikan gerakan gemar membaca dan kegiatan literasi lainnya.

Jamaludin SH, aktivis muda Bekasi mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan oleh komunitas Perpustakaan Jalanan ini.
"Itu bagus sekali dan perlu didukung, saya selalu katakan bahwa literasi adalah senjata, maka sudah seharusnya apa yang dilakukan teman-teman dari Perpustakaan Jalanan Bekasi memberi akses membaca gratis kepada masyarakat ini patut didukung seluruh pihak, minimal kegiatan itu menjadi inspirasi buat teman-teman untuk berbuat yang serupa" ujar pembina TBM Rumah Pelangi Bekasi ini.


Bagikan:

0 komentar