Arti Sebuah Nama Rumah Pelangi

Cukup banyak yang bertanya kenapa nama Rumah Pelangi yang dipilih? bahkan ada yang mendeskripsikan  bahwa Rumah Pelangi ini mengikuti nama salah satu film yang cukup ramai diperbincangkan pada masanya, yaitu film Laskar Pelangi garapan sutradara Riri Riza yang dirilis pada 26 September 2008 lalu. Film Laskar Pelangi merupakan karya adaptasi dari buku Laskar Pelangi yang ditulis oleh Andrea Hirata, novel ini bercerita tentang kehidupan masa kanak-kanak beberapa bocah di Belitong.

Andrea Hirata memulainya dengan kisah miris dunia pendidikan di Indonesia dimana sebuah sekolah yang kekurangan murid hendak ditutup. Sekolah tersebut adalah SD Muhammadiyah di Gantung Belitung Timur. Namun, karena murid yang terdaftar genap 10, sekolah dengan bangunan seadanya tersebut tetap diijinkan beraktifitas seperti biasanya. Kesepuluh murid tersebut itulah yang kemudian dikenal dengan Laskar Pelangi.

Sekolah Laskar Pelangi

Bagi kami menuntut ilmu adalah salah satu hal yang sangat  penting,  seperti Laskar Pelangi, kami hadir di tengah keterbatasan masyarakat, dimana masyarakat kami juga membutuhkan Ilmu Pengetahuan yang lebih baik dan mempunyai hak belajar yang sama. Begitu juga dengan anak-anak , mereka perlu perlindungan keamanan ketika bermain di luar rumah, karena keterbatasan waktu yang dimiliki oleh para orang tua mereka dalam hal pengawasan. Dengan Perekonomian dengan taraf menengah kebawah masyarakat kami masih sangat membutuhkan uluran tangan dan bimbingan secara merata dan konsisten.

Jauh daripada itu , kami membentuk rumah pelangi atas dasar cita – cita kami para pemuda daerah , sebagai salah satu bentuk luapan emosi kami selama ini ,  diantara kami banyak yang memiliki cita – cita membuat rumah baca  jauh sebelum rumah pelangi ini ada, artinya diantara kami memang punya rasa kepedulian yang tinggi namun terhalang dengan segala keterbatasan.

Diawali dengan pertemuan secara tidak sengaja , dan dalam pertemuan itu juga secara tidak sengaja kami saling  mengutarakan cita – cita , kami saling menatap satu sama lain , dan diawali dengan saling menghubungi dengan berbagai sosial media dan didasari pula dengan prinsip gotong royong yang cukup kuat, maka dengan meyakinkan ide untuk membentuk rumah pelangi ini ada, atas dasar cita membangun tanah kelahiran sendiri.

Bung karno pernah bilang “ Beri kami sepuluh pemuda , maka akan kuguncangkan dunia” , begitu juga kami, kami beranggapan jika kami membangun  sendiri-sendiri pasti kami akan kesulitan meskipun mampu , maka untuk mewujudkan cita cita ini,maka kami bergotong royong dan membangun rumah pelangi.

Rumah Pelangi

Saat ini Nama “ Rumah Pelangi “ sudah tidak asing terdengar di tanah kelahiran kami , namun tidak banyak yang tahu mengapa kami menamakannya dengan sebutan “ Rumah Pelangi “.

Menurut bahasa rumah adalah tempat paling nyaman,maka rumah dalam kata rumah pelangi kami definisikan dengan tempat yang nyaman untuk ditinggali , ditempati atau disinggahi .

Proses terjadinya pelangi karena cahaya dan air saling berkombinasi dengan cara yang tepat untuk melukiskan gambaran alam yang indah. Dengan beragamnya warna dari pelangi maka menciptakan sebuah keindahan yang menakjubkan dan dirindukan semua orang dari belahan dunia manapun . Pelangi juga  menggambarkan dari beragamnya pemuda – pemuda di Tanah  kami, baik dari sifat,sikap  sampai ke  keberagaman masyarakat di tanah  kami, dimana pribumi dengan warga pendatang hidup sangat rukun,hidup berdampingan, baik dari tionghoa, batak , padang , sunda dan jawa.

Rumah pelangi dicitakan sebagai rumah  yang nyaman dan dirindukan bagi berbagai kalangan baik dari anak – anak , ibu – ibu , para orang tua , sampai kepada para aktivis atau relawan yang hadir ke Rumah Pelangi karena kami hadir karena kerinduan tersebut.

Seperti itulah kira kira definisi Rumah Pelangi, Semoga dengan tulisan ini pembaca memahami mengapa kami memberi nama Rumah Pelangi.

Untuk kegiatan Rumah Pelangi Bekasi sendiri dapat diikuti oleh umum dari berbagai saluran media sosial dan blog Rumah Pelangi Bekasi.




           THR


Bagikan:

0 komentar